AIR TERJUN MELATI DESA KELORAN (7TINGKAT AIR TERJUN)

Objek wisata alam Air Terjun Melati (ATM) di Dusun Melati, Keloran, Selogiri,                                                                     mulai banyak didatangi pengunjung. Rata-rata para pengunjung adalah kalangan anak muda.

ATM merupakan objek wisata alam yang memiliki keunikan tersendiri. Sebab di satu area, terdapat sembilan air terjun yang dapat dinikmati pengunjung.

Jika diurutkan dari posisinya, kesembilan air terjun tersebut adalah Air Terjun Banyu Anjlog, Dedung Dandang, Kedung Bunder, Kedung Turuk, Jurang Gandil, Kedung Ringin, Kedung Padusan, Keduang Grajakan dan Kedung Kali Telu.

Untuk menuju lokasi air terjun pertama, pengunjung harus melalui pematang sawah serta jalan setapak yang sedikit menanjak. Jarak dari pemukiman warga sampai lokasi sekitar satu kilometer.

Sedangkan untuk menuju air terjun selanjutnya, pengunjung harus melalui jalan setapak yang lebih terjal. Kawasan tersebut masih sangat alami. Bahkan infrastruktur jalan menuju lokasi tersebut masih berupa jalan tanah. Lokasi Menurut warga setempat, Jimi, waktu tempuh yang dibutuhkan untuk menyusuri kesembilan air terjun tersebut sekitar tiga jam.

“Dari sini [Banyu Anjlog] sampai Kali Telu, sekitar tiga jam,” kata dia saat ditemui wartawan di lokasi Air Terjun Banyu Anjog, Minggu (13/12).

Menurutnya, setiap hari selalu ada pengunjung yang datang. Jumlahnya akan bertambah banyak ketika memasuki akhir pekan.

“Pada musim hujan, airnya sudah mulai banyak. Pengunjung pun mulai bertambah. Tadi pagi sudah berdatangan [puluhan]. Apalagi sudah ada air, pada musim kemarau saja ada kok yang datang, [tapi tidak banyak],” kata pemilik warung di lingkingan air terjun Banyu Anjlog tersebut.

Sementara itu tokoh masyarakat Keloran, Maryanto, berharap ke depan pengelolaan objek wisata tersebut dapat dikembangkan.

“Harapan kami, lokasi tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Hanya saja sampai saat ini belum [ada pihak ketiga yang tertarik],” kata dia kepada Solopos.com, Minggu. Selama ini penataan objek wisata tersebut masih mengandalkan swadaya masyarakat.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan